Presiden Jerman Serukan Reformasi PBB: Tatanan Global Berbasis Aturan Kian Terancam

Berlin – Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menyampaikan peringatan keras bahwa tatanan global yang selama ini berdiri di atas prinsip-prinsip aturan bersama kini sedang berada dalam tekanan b

Jul 08, 2026 - 05:13
0 0
Presiden Jerman Serukan Reformasi PBB: Tatanan Global Berbasis Aturan Kian Terancam

Berlin – Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menyampaikan peringatan keras bahwa tatanan global yang selama ini berdiri di atas prinsip-prinsip aturan bersama kini sedang berada dalam tekanan besar. Dalam pidatonya yang menggugah, Steinmeier menyerukan reformasi menyeluruh terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai langkah kunci untuk menyelamatkan kerja sama internasional.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan langsung oleh Steinmeier saat membuka Konferensi Keberlanjutan Hamburg, Senin (30/6) waktu setempat. Di depan para pemimpin dan delegasi dunia, ia menegaskan bahwa tatanan internasional yang telah lama dibangun kini menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga membutuhkan respons kolektif yang sifatnya mendesak.

"Tatanan internasional berbasis aturan sedang berada dalam ancaman. Kita membutuhkan komitmen baru secara global untuk menghidupkan kembali semangat kerja sama dan secara fundamental memperkuat PBB," ujar Steinmeier dalam pidatonya di acara tersebut.

Pidato Steinmeier ini menjadi sorotan berbagai media internasional, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan krisis multidimensi yang dihadapi dunia saat ini. Dalam laporan yang dihimpun media kami, sejumlah pengamat menilai bahwa seruan ini adalah respons terhadap kemandekan Dewan Keamanan PBB yang kerap lumpuh akibat veto negara-negara anggota tetap.

Konferensi Keberlanjutan Hamburg sendiri menjadi panggung strategis bagi para pemimpin dunia untuk mengevaluasi tata kelola global. Acara yang digelar secara tahunan ini tahun ini memfokuskan diskusi pada pentingnya reformasi lembaga-lembaga multilateral agar lebih responsif terhadap krisis iklim, konflik bersenjata, dan ketidaksetaraan ekonomi.

Lebih lanjut, Steinmeier menekankan bahwa tanpa reformasi struktural yang berani, PBB berisiko kehilangan legitimasinya sebagai penjaga perdamaian dunia. Pesan ini sekaligus menjadi ajakan bagi negara-negara maju dan berkembang untuk duduk bersama merancang ulang arsitektur diplomasi global yang lebih inklusif dan berkeadilan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bobby-hartono

Editor Viral. Editor kurasi konten viral dan trending.

Comments (0)

User