Rupiah Tembus Rp18.000, Airlangga Sebut Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Nilai tukar rupiah kembali menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat pada awal pekan ini, memicu gelombang kekhawatiran di kalangan pel

Jul 11, 2026 - 11:04
0 1
Rupiah Tembus Rp18.000, Airlangga Sebut Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Nilai tukar rupiah kembali menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat pada awal pekan ini, memicu gelombang kekhawatiran di kalangan pelaku pasar dan masyarakat. Meski begitu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan tegas menyatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang solid. Pelemahan ini lebih disebabkan oleh faktor eksternal dan sentimen global, bukan karena rapuhnya struktur ekonomi domestik. Dalam pernyataan resminya, Airlangga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi jangka pendek.

Kronologi Tekanan terhadap Rupiah

Pergerakan rupiah yang melampaui batas psikologis Rp18.000 tidak terjadi dalam semalam. Berdasarkan data pasar, berikut urutan kejadian yang memperberat posisi mata uang Garuda:

  1. Penguatan dolar AS pasca data tenaga kerja Amerika yang lebih kuat dari ekspektasi, memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menunda pemangkasan suku bunga.
  2. Aksi jual di pasar obligasi domestik oleh investor asing yang mencari imbal hasil lebih tinggi di negara maju, menekan aliran modal keluar dan permintaan rupiah.
  3. Kenaikan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak mentah dunia, menambah beban impor dan mengikis surplus neraca perdagangan Indonesia.
  4. Respons spontan pasar yang memperhitungkan premi risiko lebih tinggi untuk aset negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pada sesi perdagangan Selasa (15/4), rupiah sempat menyentuh level Rp18.020 per dolar AS sebelum ditutup sedikit menguat tipis di Rp17.985, menunjukkan bahwa intervensi bank sentral mulai bekerja meredam volatilitas.

Penegasan Airlangga: Ekonomi Tetap Tangguh

"Fundamental ekonomi kita masih kuat. Pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2025 tetap on track di kisaran 5,0-5,1 persen, inflasi terjaga rendah, dan cadangan devisa kita cukup untuk membendung gejolak,"

tegas Airlangga dalam jumpa pers virtual, Selasa sore. Ia merujuk pada cadangan devisa Indonesia yang per akhir Maret 2025 mencapai 146,2 miliar dolar AS, setara dengan 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar kecukupan internasional. Selain itu, indeks kepercayaan konsumen masih berada di zona optimis, dan aktivitas manufaktur terus berekspansi, menandakan denyut ekonomi domestik yang belum terganggu oleh gejolak nilai tukar.

Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Memengaruhi Pasar Mata Uang

Di pasar forex, kebijakan bank sentral adalah kompas utama yang menuntun arah pergerakan mata uang. Setiap keputusan suku bunga, operasi moneter, dan pernyataan pejabat bank sentral menjadi sinyal yang diterjemahkan investor secara real time. Pendekatan ini tidak hanya berlaku di negara maju, tetapi juga sangat relevan bagi negara berkembang seperti Indonesia. Bank Indonesia (BI) memainkan peran ganda: menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi melalui bauran kebijakan yang dikenal dengan policy mix.

Suku bunga acuan, saat ini berada di level 5,75 persen, adalah instrumen utama. Jika BI menaikkan suku bunga, imbal hasil instrumen rupiah menjadi lebih menarik bagi investor global, mendorong aliran masuk dan penguatan rupiah. Sebaliknya, pemangkasan suku bunga dapat merangsang ekonomi tetapi berpotensi memicu pelemahan mata uang. Selain itu, BI juga melakukan intervensi ganda—di pasar spot dan domestic non-deliverable forward (DNDF)—untuk mencegah volatilitas berlebih tanpa menguras cadangan devisa secara berlebihan. Strategi ini menjadikan pergerakan rupiah lebih terkelola dibandingkan dengan negara-negara yang menganut rezim floating bebas penuh.

Langkah Konkret Bank Indonesia Merespons Tekanan

Menghadapi situasi menembus Rp18.000, BI langsung bergerak cepat. Deputi Gubernur Senior BI mengkonfirmasi bahwa bank sentral telah melakukan intervensi terukur di pasar spot sepanjang awal pekan, serta mengoptimalkan penggunaan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menyerap likuiditas dan menjaga daya tarik portofolio rupiah. Langkah ini sejalan dengan komitmen BI untuk selalu hadir di pasar dan memastikan mekanisme penyesuaian nilai tukar berjalan secara efisien tanpa menciptakan kepanikan.

BI juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk memitigasi risiko sekunder dari gejolak rupiah, seperti potensi imported inflation. Dengan langkah proaktif ini, pasar berpeluang kembali stabil dalam beberapa sesi mendatang, selama faktor eksternal tidak kembali mengejutkan.

Para analis menilai pernyataan Airlangga dan respons BI telah mampu mengurangi kepanikan. Fokus investor kini tertuju pada rilis data neraca perdagangan dan rapat dewan gubernur BI mendatang yang akan memberikan panduan lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter. Kombinasi antara fundamental makro yang kokoh dan kebijakan bank sentral yang presisi diharapkan mampu menjaga rupiah dari pelemahan lebih dalam dan mendukung pemulihan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

[SOCIAL_TWEET]: Rupiah sempat kembali sentuh Rp18.000 per dolar AS. Airlangga dan Bank Indonesia bergerak cepat: fundamental kuat, BI intervensi pasar. Simak kronologi dan analisisnya di Warkini.com! #Rupiah #NilaiTukar #EkonomiRI[SOCIAL_TG]: 🚨 Rupiah sentuh 18.000 lagi! Airlangga: Fundamental ekonomi tetap kuat. BI langsung intervensi pasar. Yuk pahami kenapa ini bukan krisis, dan gimana kebijakan bank sentral mengendalikan situasi. Klik artikelnya!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User