Sandro Tonali Matikan Trossard, Arsenal Ditahan Imbang Newcastle
London – Arsenal harus puas berbagi angka dengan Newcastle United setelah bermain imbang 1-1 di Emirates Stadium, Minggu (18/5/2025). Dalam laga yang berla
London – Arsenal harus puas berbagi angka dengan Newcastle United setelah bermain imbang 1-1 di Emirates Stadium, Minggu (18/5/2025). Dalam laga yang berlangsung sengit, sosok Sandro Tonali tampil sebagai bintang utama berkat kemampuannya meredam pergerakan Leandro Trossard yang selama ini menjadi motor serangan The Gunners dari sisi sayap.
Sejak peluit awal, Arsenal langsung mengambil inisiatif serangan. Penguasaan bola nyaris 62 persen mereka kuasai, namun lini tengah Newcastle yang dikawal Bruno Guimarães dan Joelinton rapat menutup ruang tembak. Arsenal kesulitan menciptakan peluang berbahaya meski Bukayo Saka dan Gabriel Martinelli beberapa kali menusuk dari sisi lebar.
Justru Newcastle yang mampu mencuri keunggulan lebih dulu pada menit ke-23. Berawal dari skema serangan balik cepat, Anthony Gordon mengirim umpan terobosan akurat ke kotak penalti. Alexander Isak lolos dari kawalan William Saliba dan dengan tenang memperdaya Aaron Ramsdale. Gol tersebut seolah menjadi tamparan keras bagi anak asuh Mikel Arteta.
Arsenal berusaha merespons lewat permainan kombinasi pendek di area pertahanan Newcastle. Namun peran Sandro Tonali yang ditugaskan khusus menjaga pergerakan Leandro Trossard terbukti sangat efektif. Tonali, yang baru pulih dari cedera panjang musim lalu, menunjukkan performa gemilang dengan disiplin tinggi dalam menutup ruang gerak Trossard. Alhasil, Trossard yang biasanya lincah melebar dan menusuk ke dalam kotak penalti hanya mampu mencatatkan dua kali percobaan tembakan tanpa satupun mengarah ke gawang.
Duel Kunci: Tonali vs Trossard
Statistik usai laga memperlihatkan dominasi Tonali dalam duel personal menghadapi Trossard. Gelandang timnas Italia itu mencatatkan 7 tekel sukses, 4 intersepsi, dan 2 sapuan kritis yang membuat aliran bola ke sisi kiri Arsenal kerap terputus. Sebaliknya, Trossard yang musim ini sudah mengemas 11 gol dan 9 assist di liga, hanya 28 kali menyentuh bola dengan akurasi umpan 73 persen—jauh di bawah rata-rata musimnya yang mencapai 84 persen.
“Tonali luar biasa hari ini. Dia menjalankan instruksi secara sempurna untuk mematikan Trossard. Itu kunci kami bisa menahan Arsenal,” puji Eddie Howe, manajer Newcastle, dalam konferensi pers seusai laga.
Di sisi lain, Arsenal tetap mencoba mencari celah melalui Bukayo Saka dan pergerakan Martin Ødegaard dari lini kedua. Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-67. Berawal dari penetrasi Saka di sisi kanan yang dijatuhkan Dan Burn di kotak terlarang, wasit langsung menunjuk titik putih. Martin Ødegaard yang maju sebagai eksekutor berhasil menyamakan kedudukan lewat tendangan keras ke pojok kiri bawah yang tak mampu dijangkau Nick Pope.
Gol tersebut membangkitkan semangat Arsenal. Tekanan bergelombang dilancarkan ke pertahanan Newcastle. Namun penampilan gemilang Pope di bawah mistar serta solidnya duet bek tengah Sven Botman dan Fabian Schär membuat skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang. Beberapa peluang emas dari Gabriel Jesus dan Leandro Trossard di menit-menit akhir mampu dimentahkan.
Dampak di Klasemen
Hasil imbang ini membuat Arsenal tetap di peringkat kedua dengan 78 poin, tertinggal dua angka dari Manchester City di puncak klasemen dengan satu pertandingan tersisa. Artinya, peluang Arsenal untuk meraih gelar juara sangat bergantung pada hasil akhir pekan depan: Arsenal wajib menang di kandang Wolverhampton dan berharap City tumbang di kandang Brighton.
Sementara itu, Newcastle United semakin kokoh di peringkat kelima dengan 66 poin, menjaga asa untuk tampil di Liga Europa musim depan. Stabilitas permainan mereka di laga tandang—termasuk hasil di Emirates—menunjukkan bahwa skuad Eddie Howe sudah pantas diperhitungkan dalam persaingan papan atas.
Reaksi Pelatih
Mikel Arteta mengakui kekecewaannya setelah timnya gagal meraih poin penuh. Namun, ia memuji perjuangan para pemain dan menolak menyerah dalam perburuan gelar.
“Kami kecewa, tentu saja. Tapi ini bukan akhir. Masih ada satu laga lagi dan kami akan berjuang sampai detik akhir,” tegas Arteta.
Sementara itu, Eddie Howe memberikan penghargaan khusus kepada Tonali yang bermain penuh determinasi. “Dia menunjukkan kualitasnya sebagai pemain top. Tugasnya sangat spesifik dan dia menjalankannya dengan sempurna,” tambah Howe.
Pertandingan ini menandai akhir laga kandang Arsenal musim ini dengan catatan yang sedikit mengecewakan. Namun, perhatian kini tertuju pada laga pamungkas di Molineux yang akan menjadi penentu nasib gelar juara London Utara tersebut.
Comments (0)