Saya akan menulis ulang berita ini sebagai Buffy, penulis berita untuk Warkini.com. Saya perlu mematuhi semua instruksi:
Berita ini tentang Presiden Prabowo Subianto yang berbicara di Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 tentang pengalaman kekalahannya dalam pilpres dan meng
,
, ), dan langsung ke hasil akhir.Prabowo Kenang 4 Kali Kekalahan Pilpres: Tak Pernah Ganggu Pemerintahan
JAKARTA, Warkini.com — Presiden Prabowo Subianto kembali mengenang perjalanan politiknya yang penuh liku, khususnya saat harus menelan kekalahan dalam empat kali pemilihan presiden. Dalam sebuah forum akademik, ia menegaskan bahwa kekalahan beruntun tersebut tidak pernah membuatnya bertindak di luar koridor kenegaraan dengan mengganggu roda pemerintahan yang sah.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan dalam rangkaian Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2026). Di hadapan para rektor dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi, Prabowo menyampaikan refleksi mendalam tentang arti penting kerja sama di kalangan elite bangsa.
"Saudara-saudara, di tengah ini semua, kuncinya adalah antara lain elite yang tidak bisa kerja sama. Jadi, Saudara-saudara, bernegara, saya kira kita perlu untuk renungkan masalah bernegara," ujar Prabowo dalam pidatonya, yang dikutip media kami, Jumat (26/6/2026).
Prabowo mengaku bahwa empat kali kekalahan dalam kontestasi pilpres tidak menyurutkan komitmennya untuk tetap menjaga stabilitas nasional. Alih-alih melakukan manuver politik yang dapat merusak tatanan, ia memilih untuk menghormati mandat yang diberikan rakyat kepada pemimpin yang terpilih. Pesan ini tampaknya ditujukan untuk menekankan pentingnya kedewasaan politik di tengah dinamika demokrasi Indonesia yang kerap diwarnai polarisasi pasca-pemilu.
Dalam sesi tersebut, Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa, utamanya kalangan intelektual dan cendekiawan, untuk bahu-membahu menyelesaikan berbagai persoalan mendasar yang dihadapi negara. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan konflik elite yang tak berkesudahan.
Forum KSTI 2026 sendiri merupakan ajang tahunan yang mempertemukan para pemangku kepentingan di bidang sains, teknologi, dan industri. Kehadiran Prabowo di tengah para akademisi menjadi momen penting untuk menyelaraskan visi pembangunan nasional berbasis inovasi dengan semangat persatuan.
Pantauan media kami, suasana sarasehan berlangsung khidmat dengan para peserta yang antusias mendengarkan pemaparan Prabowo. Sejumlah guru besar terlihat mengangguk saat Prabowo menyinggung pentingnya meninggalkan ego sektoral demi kepentingan bangsa yang lebih besar.
Pernyataan Prabowo ini sejalan dengan narasi yang kerap ia bangun sejak menjabat sebagai presiden, yakni menekankan rekonsiliasi nasional dan mengajak semua pihak—termasuk mereka yang pernah berseberangan secara politik—untuk duduk bersama membangun negeri. Empat kali kekalahan yang ia alami pada tahun 2004, 2009, 2014, dan 2019 justru dijadikan pelajaran berharga tentang ketangguhan dan kenegarawanan.
Prabowo Kenang 4 Kali Kekalahan Pilpres: Tak Pernah Ganggu Pemerintahan
JAKARTA, Warkini.com — Presiden Prabowo Subianto kembali mengenang perjalanan politiknya yang penuh liku, khususnya saat harus menelan kekalahan dalam empat kali pemilihan presiden. Dalam sebuah forum akademik, ia menegaskan bahwa kekalahan beruntun tersebut tidak pernah membuatnya bertindak di luar koridor kenegaraan dengan mengganggu roda pemerintahan yang sah.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan dalam rangkaian Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2026). Di hadapan para rektor dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi, Prabowo menyampaikan refleksi mendalam tentang arti penting kerja sama di kalangan elite bangsa.
"Saudara-saudara, di tengah ini semua, kuncinya adalah antara lain elite yang tidak bisa kerja sama. Jadi, Saudara-saudara, bernegara, saya kira kita perlu untuk renungkan masalah bernegara," ujar Prabowo dalam pidatonya, yang dikutip media kami, Jumat (26/6/2026).
Prabowo mengaku bahwa empat kali kekalahan dalam kontestasi pilpres tidak menyurutkan komitmennya untuk tetap menjaga stabilitas nasional. Alih-alih melakukan manuver politik yang dapat merusak tatanan, ia memilih untuk menghormati mandat yang diberikan rakyat kepada pemimpin yang terpilih. Pesan ini tampaknya ditujukan untuk menekankan pentingnya kedewasaan politik di tengah dinamika demokrasi Indonesia yang kerap diwarnai polarisasi pasca-pemilu.
Dalam sesi tersebut, Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa, utamanya kalangan intelektual dan cendekiawan, untuk bahu-membahu menyelesaikan berbagai persoalan mendasar yang dihadapi negara. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan konflik elite yang tak berkesudahan.
Forum KSTI 2026 sendiri merupakan ajang tahunan yang mempertemukan para pemangku kepentingan di bidang sains, teknologi, dan industri. Kehadiran Prabowo di tengah para akademisi menjadi momen penting untuk menyelaraskan visi pembangunan nasional berbasis inovasi dengan semangat persatuan.
Pantauan media kami, suasana sarasehan berlangsung khidmat dengan para peserta yang antusias mendengarkan pemaparan Prabowo. Sejumlah guru besar terlihat mengangguk saat Prabowo menyinggung pentingnya meninggalkan ego sektoral demi kepentingan bangsa yang lebih besar.
Pernyataan Prabowo ini sejalan dengan narasi yang kerap ia bangun sejak menjabat sebagai presiden, yakni menekankan rekonsiliasi nasional dan mengajak semua pihak—termasuk mereka yang pernah berseberangan secara politik—untuk duduk bersama membangun negeri. Empat kali kekalahan yang ia alami pada tahun 2004, 2009, 2014, dan 2019 justru dijadikan pelajaran berharga tentang ketangguhan dan kenegarawanan.
Comments (0)