Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana ambisius untuk mempercantik kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dengan membangun sebuah jembatan penyeberangan orang (JPO) bertema 'gembok cinta'. Proyek ini akan menjadi ikon baru di atas lahan yang dulunya dipenuhi tiang-tiang proyek monorel mangkrak, yang kini telah disulap menjadi ruang publik yang lebih tertata dan modern.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono usai menghadiri peresmian gedung baru Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara di Tanjung Priok, Selasa (30/6/2026). Dalam kesempatan yang dihadiri pula oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin itu, Pramono mengungkapkan optimismenya terhadap transformasi kawasan yang selama bertahun-tahun menjadi simbol kemandekan infrastruktur ibu kota.
"Kawasan Rasuna Said yang dulu identik dengan tiang-tiang monorel yang terbengkalai, sekarang sudah jauh lebih baik. Kami sudah memberikan arahan kepada jajaran untuk tidak berhenti sampai di sini. Harus ada sentuhan yang lebih humanis dan menjadi daya tarik warga," ujar Pramono seperti dilansir media kami, Selasa (30/6/2026).
Jembatan 'gembok cinta' terinspirasi dari tren global di mana pasangan mengaitkan gembok sebagai simbol cinta abadi di jembatan-jembatan ikonik, seperti di Paris atau Seoul. Pramono berharap, kehadiran jembatan tematik ini tidak hanya berfungsi sebagai akses penyeberangan yang aman, tetapi juga sebagai destinasi wisata urban baru yang dapat meningkatkan geliat ekonomi dan sosial di jantung bisnis Jakarta Selatan.
Pembangunan ini merupakan bagian dari kelanjutan penataan kawasan bekas monorel yang kini mulai menampakkan wajah baru. Tiang-tiang beton raksasa yang sebelumnya hanya menjadi 'monumen' tak terpakai, kini telah terintegrasi dengan lanskap kota melalui penambahan jalur hijau, area pejalan kaki yang lebih lebar, dan pencahayaan artistik. Meskipun Pramono belum merinci anggaran maupun waktu pasti pengerjaan jembatan ini, ia menegaskan bahwa desainnya akan mengutamakan nilai estetika, keamanan, dan ramah bagi pejalan kaki.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tampak serius menggarap proyek ini. Menurut laporan yang diterima media kami, Dinas Bina Marga telah diminta untuk segera mengajukan Detail Engineering Design (DED) dan memastikan struktur jembatan mampu menahan beban tambahan dari ribuan gembok yang diprediksi akan digantung oleh warga.
Langkah ini mendapat respons positif dari sejumlah pihak yang melihat potensi viralnya konsep tersebut di media sosial. Namun, Pramono juga mengingatkan agar konsep 'gembok cinta' tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari, seperti kelebihan beban yang kerap dialami oleh beberapa jembatan serupa di luar negeri. "Kita harus belajar dari kota-kota lain. Jangan sampai cinta yang disimbolkan malah jadi beban yang membahayakan," seloroh Pramono di hadapan awak media.
Dengan hadirnya jembatan 'gembok cinta' ini, kawasan Rasuna Said diharapkan tidak hanya menjadi pusat bisnis dan diplomatik, tetapi juga ruang romantisme yang menyatu dengan modernitas ibu kota.
Comments (0)