Wali Kota Medan Rico Waas Ajak Warga Hijrah dari Hal Receh Demi Kota Glow Up

Bestie, siapa bilang resolusi cuma berlaku pas tahun baru Masehi? Momentum 1 Muharam 1448 H kemarin jadi momen plot twist buat warga Medan. Wali Kota kita

Jul 09, 2026 - 18:33
0 1

Bestie, siapa bilang resolusi cuma berlaku pas tahun baru Masehi? Momentum 1 Muharam 1448 H kemarin jadi momen plot twist buat warga Medan. Wali Kota kita tercinta, Rico Waas, nggak cuma hadir dengan vibes pejabat formal, tapi beneran nyelipin pesan yang susah buat di-skip. Intinya satu: hijrah itu nggak harus lebay, mulai aja dari hal-hal kecil yang lowkey ngaruh besar ke hidup lo sehari-hari.

Bayangin deh, di tengah gempuran feed medsos yang toxic dan drama kehidupan, Rico Waas datang dengan energy kayak temen tongkrongan yang tiba-tiba spill fakta penting. Beliau hadir di perayaan Tahun Baru Islam yang digelar di Lapangan Sejati Pratama, Kecamatan Medan Johor, Rabu malam kemarin. Acaranya sendiri udah bikin adem duluan: pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Mu’Arif Gusdriansyah (sang juara Qiraat Mujawwad se-Sumut, gasih?), zikir bareng yang bikin hati adem, dan tausiah dari Ustad Abdil Muhadir Ritonga yang pastinya insightful abis.

"Mulailah dari hal-hal kecil. Peduli kepada keluarga, peduli kepada tetangga. Jangan buang sampah sembarangan, itu juga bagian dari hijrah,"

Sederhana tapi ngena banget, kan? Di era Gen Z yang serba "healing" dan "self-improvement", pesan ini kayak reminder halus: nggak perlu nunggu viral atau kaya raya buat jadi versi terbaik diri lo. Bahkan sekadar mulai disiplin buang sampah di tempatnya aja udah termasuk level-up spiritual versi 1 Muharam. Rico Waas juga nggak lupa nge-tag para tokoh penting yang hadir: ada Wakil Ketua DPRD Medan Zulkarnaen, Dandim 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, Sekda Wiriya Alrahman, hingga para alim ulama dan ibu-ibu pengajian. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat ini jadi bukti nyata kalau sinergi itu nggak cuma buat caption Instagram doang.

Tapi yang paling bikin kita auto-nod, Wali Kota kita ini nggak cuma ngoceh soal teori. Dia dengan gamblang ngejelasin: "semangat hijrah adalah semangat berubah. Yang sebelumnya less beneficial jadi lebih beneficial." Dan pusat dari perubahan itu? Bukan di luar angkasa atau di seminar motivasi mahal, melainkan di unit terkecil masyarakat: KELUARGA. Menurut Rico, kita perlu nge-boost komunikasi antara suami dan istri, orang tua dan anak. Kurangi deh tuh kebiasaan doom-scrolling TikTok sampe magrib yang bikin obrolan sama keluarga jadi sepi kayak kuburan.

Gaya penyampaiannya yang humble dan relate ini bikin acara keagamaan nggak berasa kaku. Beliau menekankan bahwa sebelum mikirin membangun kota yang lebih baik, kita harus benerin dulu koneksi keluarga. Sebelum vibes "Wali Kota" keluar, beliau pengen vibe "Bapak" dan "Kakak" yang peduli sama tetangganya lebih dominan. Mulai dari ngurangin sampah rumah tangga, ikut gotong royong, atau sekadar nanyain kabar tetangga sebelah tanpa maksud gosip. Bukankah itu esensi hijrah yang sesungguhnya? Berpindah dari zona nyaman individualistis menuju habit kolektif yang lebih humanis.

Netizen Mocks But Also Relates

Gimana, Warga Medan 48? Pesan "Hijrah Receh" ini auto bikin kita refleksi diri atau malah pengen nyari tau lebih banyak soal program lingkungan di kota Medan? Coba spill di kolom komentar: hal kecil apa yang bakal lo terapin mulai hari ini demi jadi pribadi yang lebih "hijrah friendly"? Atau jangan-jangan lo udah duluan jadi master pilah sampah di kosan? Let's get the discussion rolling!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User