warkini.
Viral

Zulhas: PAN Tak Beda-bedakan Siapapun Cinta Tanah Air untuk Bergabung

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa partainya membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun yang memiliki kecintaan terhadap bangsa dan tanah air, tanpa membedak

Zulhas: PAN Tak Beda-bedakan Siapapun Cinta Tanah Air untuk Bergabung

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa partainya membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun yang memiliki kecintaan terhadap bangsa dan tanah air, tanpa membedakan latar belakang profesi. Pernyataan ini sekaligus menanggapi pelesetan yang kerap dialamatkan kepada PAN sebagai ‘Partai Artis Nasional’.

Dalam keterangan kepada awak media pada Sabtu (28/6/2026), Zulkifli Hasan—yang akrab disapa Zulhas—mengakui bahwa partainya sering kali menjadi bahan candaan dengan sebutan tersebut. Namun, ia menilai bahwa kehadiran para seniman dan pekerja seni di tubuh partai justru menjadi aset berharga yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Ya, Partai PAN itu kadang-kadang dipelesetkan sebagai ‘Partai Artis Nasional’. Nah, kami tidak membeda-bedakan siapa pun yang cinta terhadap bangsa kita, cinta tanah air, bergabung sama kita, apalagi artis,” ujar Zulhas.

Zulhas menekankan bahwa PAN adalah partai inklusif yang menampung seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, yang terpenting bukanlah dari mana seseorang berasal, melainkan komitmen dan semangatnya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat serta kemajuan Indonesia. Ia juga menyebutkan bahwa para kader yang berlatarbelakang artis memiliki talenta dan kecerdasan luar biasa, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi partai dan masyarakat.

Salah satu contoh yang disorot adalah Uya Kuya, anggota DPR RI sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN DKI Jakarta. Zulhas memaparkan bahwa Uya Kuya bukan sekadar figur publik, melainkan seorang akademisi yang menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia. Keputusan Uya Kuya untuk terjun ke politik, lanjut Zulhas, adalah bentuk nyata kepeduliannya terhadap kondisi sosial dan politik di Indonesia.

Zulhas berharap, pelesetan ‘Partai Artis Nasional’ tidak menjadi stigma negatif yang mereduksi perjuangan para kader. Ia menegaskan bahwa partainya akan terus berfokus pada kerja nyata, penguatan ekonomi kerakyatan, serta peningkatan kesejahteraan, sesuai dengan platform dan cita-cita awal pendirian PAN. “Yang paling penting adalah ketulusan mencintai negeri ini. Siapa pun dia, kalau punya niat tulus, kami sambut dengan tangan terbuka,” pungkasnya.

Hingga saat ini, PAN memang memiliki sejumlah kader dari dunia hiburan yang aktif di legislatif maupun struktur partai. Keberagaman tersebut dinilai Zulhas sebagai kekuatan yang merepresentasikan semangat keterbukaan dan demokrasi di internal partai berlambang matahari putih itu. Demikian laporan yang dihimpun Warkini.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS jovan-pratama

Reporter Kuliner. Food enthusiast. Review restoran, resep, dan tren makanan.

Comments (0)

User