Bamsoet: Ketahanan Ekonomi Jabar Jadi Cermin Optimisme di Tengah Gejolak Global
JAKARTA — Ketahanan ekonomi Jawa Barat (Jabar) dinilai menjadi cermin optimisme bahwa daerah mampu tetap tumbuh solid di tengah badai ketidakpastian global. Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke
JAKARTA — Ketahanan ekonomi Jawa Barat (Jabar) dinilai menjadi cermin optimisme bahwa daerah mampu tetap tumbuh solid di tengah badai ketidakpastian global. Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut di tengah gempuran perlambatan perdagangan internasional, eskalasi konflik geopolitik di berbagai kawasan, fluktuasi tajam harga komoditas, serta tekanan signifikan terhadap rantai pasok dunia.
Menurut laporan yang dihimpun media kami, Bamsoet menyoroti bahwa kinerja Jabar pada tahun 2025 mampu melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional. Ia merinci, sepanjang tahun lalu produk domestik regional bruto (PDRB) Jabar bergerak di atas catatan nasional yang berada di kisaran 5,11 persen. Bahkan, pada triwulan IV-2025, saat ekonomi nasional bertumbuh 5,39 persen, Jabar menunjukkan performa yang lebih ekspansif.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa Jabar memiliki daya tahan yang lebih kuat dibandingkan berbagai daerah lain dalam menghadapi perlambatan ekonomi global. Kinerja sektor industri pengolahan, perdagangan, logistik, konstruksi, serta investasi menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan tersebut
Inflasi Terkendali Jadi Kunci
Selain pertumbuhan yang impresif, stabilitas harga di Jabar juga menjadi fondasi penting ketahanan ekonomi. Tingkat inflasi di provinsi tersebut berhasil dijaga pada level 2,63 persen. Angka ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap terproteksi di tengah tren kenaikan harga barang dan jasa global. Pengendalian inflasi yang tepat ini turut menjaga iklim konsumsi rumah tangga yang menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Bamsoet menilai sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lain di Jabar telah berhasil mentransformasi potensi lokal menjadi output ekonomi yang berkualitas. Ia menyebut sektor unggulan seperti industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan menjadi lokomotif yang bukan hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga mengerek nilai investasi ke level yang lebih tinggi.
Dengan capaian tersebut, Bamsoet optimis Jabar dapat menjadi barometer dan prototipe ketahanan ekonomi daerah di Indonesia. Di tengah proyeksi ekonomi global yang masih diselimuti kabut, keberhasilan menjaga keseimbangan antara laju pertumbuhan dan stabilitas inflasi adalah prestasi yang patut dicontoh. Ketahanan ini, lanjutnya, adalah bukti bahwa desentralisasi ekonomi mampu menjawab tantangan global secara riil.
Comments (0)