CNG Bakal Dijual Seharga LPG 3 Kg, Tabungnya Impor China
Warkini.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga jual Compressed Natural Gas (CNG) untuk konsumen rumah tangga akan dipatok setara dengan LPG 3 kilogram. Sk
Warkini.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga jual Compressed Natural Gas (CNG) untuk konsumen rumah tangga akan dipatok setara dengan LPG 3 kilogram. Skema ini disiapkan untuk mempercepat transisi energi bersih tanpa menambah beban pengeluaran masyarakat kecil. Di sisi lain, tabung CNG yang digunakan akan diimpor dari China guna menekan biaya pengadaan dan mempercepat distribusi ke seluruh Indonesia.
Skenario Penyetaraan Harga dan Pemangkasan Subsidi
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengonfirmasi di hadapan anggota DPR bahwa simulasi harga CNG masih disamakan dengan harga LPG 3 kg yang saat ini berlaku. Dengan penyetaraan tersebut, pemerintah dapat memangkas subsidi energi hingga 30 persen. Hal ini lantaran harga keekonomian CNG lebih rendah ketimbang LPG yang terus dibebani biaya impor dan distribusi. Menurut Laode, selisih harga keekonomian itu yang membuat negara bisa bernapas lega dalam postur anggaran subsidi.
"Sama. Sama dengan harganya sama. Sekarang simulasinya masih disamakan. Dengan disamakan pun subsidi bisa turun sampai dengan 30%," ujar Laode di Gedung DPR, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Pasokan Tabung dari China
Berdasarkan laporan yang diterima media kami, tabung penyimpanan CNG untuk program ini akan didatangkan langsung dari sejumlah pabrikan di China. Pilihan impor diambil setelah mempertimbangkan kapasitas produksi dalam negeri yang dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan massal dalam waktu singkat. Pemerintah meyakini, langkah impor tabung tidak akan mengerek ongkos program secara signifikan karena harga produk dari China relatif lebih bersaing dibanding produksi lokal. Selain itu, kerja sama ini turut menyertakan alih teknologi agar ke depannya industri manufaktur dalam negeri bisa memproduksi tabung serupa secara mandiri.
Dampak Lingkungan dan Sosial
Program CNG rumah tangga ini sejalan dengan komitmen Indonesia menurunkan emisi karbon. CNG menghasilkan pembakaran yang jauh lebih bersih ketimbang LPG, sehingga jejak karbon per rumah tangga diharapkan menurun drastis. Dari sisi sosial, pemerintah berjanji tidak akan ada kejutan biaya di tingkat pengguna. Masyarakat penerima LPG 3 kg bersubsidi akan mendapatkan konverter kit dan tabung CNG secara gratis pada tahap awal. Distribusi akan dimulai di wilayah-wilayah yang sudah memiliki infrastruktur pipa gas kota, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Respons di Lapangan
Tim Warkini.com yang menyambangi sejumlah pangkalan LPG di Jakarta Timur menemukan bahwa pedagang belum mendapat sosialisasi resmi terkait perubahan ini. Beberapa mengaku khawatir pasokan CNG tidak selancar LPG yang sudah mapan rantai pasoknya. Namun, Kementerian ESDM menegaskan bahwa sebelum program bergulir penuh, uji coba akan dilakukan pada 2026 akhir di beberapa kota percontohan. Pemerintah menargetkan setidaknya satu juta rumah tangga beralih ke CNG pada tahun 2027. Jika semua berjalan lancar, Indonesia bisa menghemat triliunan rupiah subsidi energi yang selama ini membebani APBN.
Comments (0)