warkini.
Travel

Dakwaan 16 Feloni terhadap Daniel Flores Dinilai Kirim Pesan Keliru

LOS ANGELES — Penuntutan terhadap petugas Kepolisian Los Angeles (LAPD), Daniel Flores, membuka kembali luka lama di tubuh institusi kepolisian Amerika Ser

Dakwaan 16 Feloni terhadap Daniel Flores Dinilai Kirim Pesan Keliru

LOS ANGELES — Penuntutan terhadap petugas Kepolisian Los Angeles (LAPD), Daniel Flores, membuka kembali luka lama di tubuh institusi kepolisian Amerika Serikat. Flores kini harus berhadapan dengan 16 dakwaan feloni atas rekaman rahasia yang ia buat, berisi komentar-komentar buruk sesama petugas yang terekam dalam percakapan internal. Bagi jaksa penuntut distrik, tindakan Flores melanggar hukum dan harus dipertanggungjawabkan. Namun, bagi kolumnis dan pengamat, keputusan ini justru mengirim pesan yang keliru kepada publik — pesan bahwa membongkar keburukan institusi bisa berujung pada jeratan hukum, sementara keburukan itu sendiri luput dari sorotan.

"Menjerat petugas LAPD Daniel Flores dengan 16 dakwaan feloni atas rekaman rahasia komentar buruk sesama petugas adalah pesan yang keliru dari jaksa penuntut," tulis kolumnis Chabria dalam analisisnya.

Rekaman Rahasia yang Membongkar Wajah Asli

Rekaman yang dibuat Flores diklaim menangkap komentar-komentar kasar dan tidak pantas dari sejumlah petugas dalam percakapan yang dianggap privat. Isinya, menurut berbagai laporan, menggambarkan sikap yang jauh dari nilai-nilai profesionalisme kepolisian. Namun, alih-alih memicu penyelidikan internal terhadap substansi komentar tersebut, kasus ini justru berbalik arah: perekamnya yang dijadikan tersangka.

Ironi ini menjadi sorotan tajam karena fokus dakwaan sepenuhnya tertuju pada cara rekaman dibuat, bukan pada isi komentar yang terekam. Pertanyaan mendasar pun mengemuka: siapa sebenarnya yang melanggar — petugas yang melontarkan komentar buruk, atau petugas yang membuktikannya lewat rekaman?

Tembok Biru Kebisuan yang Kembali Menguat

Kasus Flores tak bisa dilepaskan dari fenomena lama yang dikenal sebagai "blue wall of silence" — tembok biru kebisuan. Istilah ini menggambarkan budaya diam dan solidaritas buta di kalangan kepolisian, di mana pelanggaran internal cenderung ditutup-tutupi demi melindungi sesama anggota. Ketika seorang petugas justru memilih membuka tabir, ia kerap dianggap pengkhianat, bukan pahlawan.

Chabria menilai dakwaan ini justru memperkuat tembok tersebut. "Melindungi tembok biru kebisuan bukanlah keadilan. Yang terjadi justru sebaliknya: keadilan dikorbankan demi kenyamanan institusi," demikian inti kritik yang disampaikan dalam kolom tersebut.

Pesan Keliru bagi Pelapor dan Publik

Di Amerika Serikat, perlindungan terhadap pelapor atau whistleblower adalah fondasi akuntabilitas publik. Namun, kasus Flores menunjukkan celah besar: ketika pelapor berasal dari dalam institusi yang sama, risiko hukum justru membalik arah. Pesan yang tersirat bagi petugas lain sangat jelas — berpikirlah dua kali sebelum membongkar kesalahan kolega.

Lebih jauh, publik kehilangan saluran penting untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di balik seragam. Rekaman semacam itu kerap menjadi satu-satunya bukti yang mampu menembus birokrasi dan budaya tertutup kepolisian. Tanpa keberanian perekam seperti Flores, banyak pelanggaran internal mungkin tak pernah tersentuh.

Akuntabilitas di Persimpangan

Persoalan ini pada akhirnya bermuara pada satu pertanyaan besar: akankah jaksa penuntut menyeimbangkan penegakan hukum dengan semangat keterbukaan? Para pengamat menilai kasus ini akan menjadi ujian bagi komitmen LAPD dan kejaksaan terhadap reformasi kepolisian yang selama ini digaungkan.

Terlepas dari hasil akhir persidangan, kasus Daniel Flores telah mengirimkan dua pesan sekaligus. Satu bagi institusi: tutup mulut adalah pilihan paling aman. Satu lagi bagi publik: keadilan sejati tidak akan pernah lahir dari institusi yang lebih memilih melindungi dirinya sendiri daripada membela kebenaran.

[SOCIAL_TWEET]: Petugas LAPD dijerat 16 feloni karena merekam komentar buruk koleganya. Yang jadi sorotan: substansi komentarnya tidak, perekamnya iya. Pesan keliru bagi whistleblower? #LAPD #Whistleblower[SOCIAL_TG]: Dakwaan 16 feloni untuk petugas perekam: pesan keliru atau penegakan hukum? Kasus Daniel Flores memecah opini publik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User