JAKARTA, Warkini.com — PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi memulai pembangunan hunian vertikal terpadu di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta. Proyek yang menyediakan 3.784 unit hunian ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Jumat, 21 Agustus 2026, sekaligus menjadi wujud nyata dukungan KAI terhadap Program 3 Juta Rumah yang digagas pemerintah.
Pengembangan hunian vertikal seluas 2,2 hektare ini menghadirkan delapan tower setinggi 24 lantai yang terintegrasi langsung dengan transportasi publik. Pembangunan dijadwalkan berlangsung selama 18 bulan, terhitung sejak hari pelaksanaan groundbreaking. Lokasi proyek yang berada tepat di kawasan Stasiun Manggarai dinilai strategis karena stasiun tersebut merupakan salah satu simpul pergerakan penumpang terbesar di Jakarta.
Kronologi Peletakan Batu Pertama
Rangkaian acara peletakan batu pertama proyek Hunian Manggarai digelar di Jakarta Selatan pada Jumat pagi, 21 Agustus 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, serta sejumlah pemangku kepentingan. Dalam kesempatan tersebut, pengenalan model arsitektur gedung hunian turut diperkenalkan kepada publik.
Berikut urutan kejadian dalam pelaksanaan groundbreaking tersebut:
- Pengenalan model arsitektur dua blok hunian vertikal modern di kawasan Stasiun Manggarai.
- Peletakan batu pertama sebagai penanda resmi dimulainya pembangunan delapan tower hunian.
- Pemaparan tata ruang kompleks hunian oleh Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin.
- Dimulainya pengerjaan fisik dengan target penyelesaian dalam kurun waktu 18 bulan.
Rincian Pembagian Blok dan Tower
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin memaparkan secara rinci pembagian tata ruang kompleks hunian. Proyek ini menghadirkan delapan tower yang terbagi dalam dua blok, yakni Blok G dan Blok F, masing-masing setinggi 24 lantai.
"Konsepnya adalah akan ada 3 plus 5 hunian vertikal yang terdiri dari 24 lantai dengan total 3.784 unit hunian, terdiri dari 1.276 unit di Blok G dan 2.508 unit di Blok F, serta nanti dilengkapi dengan 150 unit ritel pendukung, yaitu 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F. Pengerjaan total akan memakan waktu selama 18 bulan dimulai hari ini," kata Bobby Rasyidin.
Bobby Rasyidin merinci lebih lanjut bahwa Blok G menempati lahan seluas 7.000 meter persegi milik perseroan dan direncanakan terdiri dari tiga tower. Rinciannya, Tower A sebanyak 352 unit dan Tower B sebanyak 418 unit, yang bersama tower lainnya melengkapi total 1.276 unit di Blok G. Sementara itu, Blok F akan menampung lima tower dengan total 2.508 unit hunian.
Prioritas Tipe Studio dan Dua Kamar Tidur
KAI mengutamakan penyediaan tipe studio dan dua kamar tidur bagi para pekerja lajang maupun pasangan. Desain hunian tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan tempat tinggal pekerja yang setiap hari beraktivitas di pusat kota Jakarta, sekaligus memangkas waktu dan biaya perjalanan karena lokasinya yang terintegrasi dengan stasiun.
Selain unit hunian, lantai dasar gedung akan dilengkapi area komersial pendukung untuk memenuhi kegiatan harian para penghuni. Kehadiran ritel pendukung sebanyak 150 unit ini menjadikan kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ekosistem hunian yang mandiri dan hidup.
Sinergi untuk Program 3 Juta Rumah
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menekankan pentingnya sinergi antarlebaga secara terpadu dalam penyediaan hunian bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar pembangunan rumah dapat berjalan lebih cepat, terutama di tengah tingginya kebutuhan hunian di kawasan perkotaan.
"Kita tidak bisa bekerja sendirian. Kolaborasi menjadi penting agar penyediaan rumah bagi masyarakat dapat berjalan lebih cepat. Di Manggarai, KAI bersama para pihak terkait membangun hunian vertikal di tengah kota yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat dengan harga terjangkau." — Maruarar Sirait, Menteri PKP
Maruarar juga mendorong pemanfaatan aset perkeretaapian di lokasi lain yang berpotensi memiliki akses baik. Ia berharap pengembangan hunian serupa dapat diteruskan di kawasan stasiun lain yang memiliki lahan dan akses transportasi yang memadai, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Integrasi dengan Transportasi Publik
Salah satu keunggulan utama proyek ini adalah integrasinya yang erat dengan transportasi massal. Stasiun Manggarai saat ini melayani sekitar 162 ribu pelanggan dengan 750 perjalanan kereta setiap hari. Layanan yang tersedia mencakup Commuter Line Jabodetabek serta Commuter Line Basoetta, sehingga penghuni nantinya dapat langsung mengakses moda transportasi tanpa kendala.
Berikut poin-poin penting proyek Hunian Manggarai:
- 3.784 unit hunian vertikal di dua blok, yakni Blok G dan Blok F.
- 8 tower setinggi 24 lantai di atas lahan seluas 2,2 hektare.
- 150 unit ritel pendukung di lantai dasar gedung.
- 18 bulan waktu pengerjaan sejak groundbreaking 21 Agustus 2026.
- 162 ribu pelanggan dilayani Stasiun Manggarai setiap hari.
Dengan diresmikannya proyek ini, KAI menegaskan komitmennya mendukung Program 3 Juta Rumah pemerintah sekaligus menjawab kebutuhan hunian terjangkau di tengah kota. Masyarakat yang selama ini bergantung pada transportasi massal di Stasiun Manggarai akan mendapatkan kemudahan berupa hunian modern yang terintegrasi langsung dengan moda transportasi publik.
[SOCIAL_TWEET]: 🚆 KAI resmi groundbreaking Hunian Manggarai: 3.784 unit vertikal 24 lantai, terintegrasi Stasiun Manggarai. Dukung Program 3 Juta Rumah! #KAI #HunianManggarai #Program3JutaRumah[SOCIAL_TG]: KABAR BAGUS! 🏢 KAI groundbreaking Hunian Manggarai — 3.784 unit, 8 tower, 24 lantai, dibangun 18 bulan. Terintegrasi Stasiun Manggarai yang melayani 162 ribu pelanggan/hari. Dukung Program 3 Juta Rumah! Sumber: RRI.
Comments (0)