Gegara Trump, Anggota Parlemen Inggris Minta Kartu Merah Quansah Ditunda

Piala Dunia 2026 tengah dihantui kontroversi besar terkait dugaan intervensi politik dalam dunia sepak bola. Usai penyerang Timnas Amerika Serikat (AS), Folarin Balogun, mendapat keringanan berupa pe

Jul 08, 2026 - 04:44
0 1
Gegara Trump, Anggota Parlemen Inggris Minta Kartu Merah Quansah Ditunda

Piala Dunia 2026 tengah dihantui kontroversi besar terkait dugaan intervensi politik dalam dunia sepak bola. Usai penyerang Timnas Amerika Serikat (AS), Folarin Balogun, mendapat keringanan berupa penundaan kartu merah setelah Presiden AS Donald Trump turun tangan, kini giliran pihak Inggris yang menuntut keadilan serupa. Beberapa anggota parlemen Inggris secara terbuka mendesak FIFA untuk memberikan perlakuan setara kepada bek Timnas Inggris, Jarell Quansah, yang juga menghadapi ancaman sanksi akibat akumulasi kartu.

Dilansir Warkini.com, Selasa (7/7/2026), para politisi di Westminster menyoroti adanya diskriminasi prosedur setelah Trump secara blak-blakan mengakui telah berbicara langsung dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, guna membahas nasib skorsing Balogun. Pengakuan tersebut sontak memicu gelombang kritik dari berbagai pihak, termasuk federasi sepak bola dan pecinta olahraga di seluruh dunia, yang menganggap campur tangan politik telah merusak integritas kompetisi tertinggi di muka bumi.

"Jika presiden sebuah negara bisa mempengaruhi keputusan FIFA, maka seharusnya pemain kami juga mendapatkan perlindungan dan keringanan yang setara. Keadilan harus ditegakkan untuk semua peserta turnamen, bukan hanya bagi negara-negara dengan pengaruh politik besar," demikian seruan yang beredar di kalangan anggota parlemen Inggris, seperti dilaporkan media kami.

Sementara itu, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dilaporkan tengah mempertimbangkan berbagai opsi hukum terkait kemungkinan mengajukan banding. Seorang sumber yang mengetahui perkembangan tersebut mengonfirmasi bahwa pihak internal FA sedang mengkaji secara serius peluang untuk memperjuangkan hak Quansah. Namun, hingga berita ini diturunkan, FIFA belum memberikan tanggapan resmi mengenai apakah kasus bek Liverpool tersebut akan diproses berdasarkan ketentuan Pasal 27 yang sama seperti yang digunakan dalam kasus Balogun.

Kontroversi ini pun semakin memanas menjelang babak-babak krusial Piala Dunia 2026. Banyak pihak khawatir bahwa preseden yang tercipta dari keterlibatan Trump akan membuka pintu bagi intervensi politik lainnya di masa depan, mengancam netralitas dan sportivitas yang selama ini menjadi landasan permainan sepak bola global. Para pengamat menilai FIFA berada dalam posisi genting, di mana keputusan yang diambil terkait Quansah akan menjadi penentu apakah federasi tetap pada prinsip keadilan atau terus terpengaruh oleh tekanan dari negara-negara besar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sasha-gunawan

Editor Hiburan. Editor film, musik, dan budaya pop.

Comments (0)

User