warkini.
Travel

KAI Resmikan 3.784 Hunian di Manggarai, Kopi Indonesia Mendunia

JAKARTA — Warkini.com — Dua kabar baik datang bersamaan dari sektor perumahan dan komoditas ekspor Tanah Air. Di Jakarta, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mem

KAI Resmikan 3.784 Hunian di Manggarai, Kopi Indonesia Mendunia

JAKARTA — Warkini.com — Dua kabar baik datang bersamaan dari sektor perumahan dan komoditas ekspor Tanah Air. Di Jakarta, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperkenalkan Hunian Manggarai, proyek hunian vertikal setinggi 24 lantai dengan total 3.784 unit pada Jumat, 21 Agustus 2026. Di ranah komoditas, kopi asal Indonesia kian mendunia dengan lima jenis unggulan yang telah lama menembus pasar global.

Hunian Vertikal 24 Lantai di Kawasan Stasiun Manggarai

Hunian Manggarai menawarkan variasi tipe yang beragam, mulai dari studio 28, tipe 36, tipe 45, hingga tipe 52. Pembangunan fisik proyek ini mencakup dua lokasi utama, yaitu Blok G dan Blok F di atas lahan seluas 2,2 hektare di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta. Kawasan hunian terpadu tersebut juga dilengkapi 150 unit area ritel sebagai fasilitas publik pendukung bagi penghuni sekaligus pengguna stasiun kereta api.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Republik Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa Hunian Manggarai bukan proyek pertama dan terakhir. Ia merencanakan perluasan proyek kawasan transit dengan menerapkan konsep transit oriented development (TOD) terpadu pada stasiun-stasiun kereta api utama di Pulau Jawa.

"Karena kami berharap terus terang saja, ini bukan pertama dan terakhir. Ada nanti di Kampung Bandan kan dari Qatar, terus dengan Astra, dengan nanti mungkin di Bandung ada tempat, saya dengar dari Pak Bobby di Surabaya, di Semarang, di mana tempat-tempat ada stasiun-stasiun lahan luas itu nanti kita mau bangun sistem TOD ini. Jadi, saya kira ini jadi teladan dan kita bisa lihat nanti pasti ada kendala, pasti ada hambatan," kata Hashim.

Kronologi Pengembangan Hunian Manggarai

  1. Pembangunan fisik Hunian Manggarai berlangsung di Blok G dan Blok F seluas 2,2 hektare di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta.
  2. Proyek vertikal setinggi 24 lantai menyediakan total 3.784 unit hunian dengan empat variasi tipe: studio 28, tipe 36, tipe 45, dan tipe 52.
  3. Kawasan dilengkapi 150 unit area ritel sebagai fasilitas publik pendukung bagi penghuni.
  4. Pada Jumat, 21 Agustus 2026, proyek diperkenalkan sebagai bagian dari program penyediaan rumah bagi rakyat.
  5. Satgas Perumahan merencanakan perluasan konsep TOD ke sejumlah stasiun utama di Pulau Jawa, termasuk Kampung Bandan, Bandung, Surabaya, dan Semarang.

Sinergi Kementerian PKP dan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mendorong sinergi pengadaan rumah bagi rakyat dalam program pengembangan kawasan transit ini. Pemerintah juga merealisasikan perbaikan 10.300 unit rumah tidak layak huni di kawasan DKI Jakarta. Maruarar menyebutkan bahwa pada tahun ini telah disiapkan 2.000 unit rumah susun hasil kerja sama dengan Astra untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kopi Indonesia: Warisan Kolonial yang Mendunia

Di sisi lain, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia. Kondisi geografis berupa iklim tropis dan tanah subur menciptakan beragam karakter kopi berdasarkan ketinggian, jenis tanah, iklim, serta metode pengolahannya. Sejarah kopi Nusantara berlangsung sejak masa kolonial ketika tanaman kopi mulai dibudidayakan secara luas di Pulau Jawa. Kopi Jawa bahkan dikenal dunia sejak abad ke-17 dan pernah menjadi salah satu komoditas penting dalam perdagangan internasional.

Berikut lima jenis kopi asal Indonesia yang berhasil menembus pasar global:

  1. Kopi Toraja — berasal dari dataran tinggi Toraja, Sulawesi Selatan. Kondisi pegunungan dan tanah vulkanik yang subur menghasilkan karakter kuat dan earthy dengan sentuhan cokelat, rempah, serta buah, diikuti aftertaste yang tahan lama. Kopi ini digemari penikmat kopi di Jepang dan Amerika Serikat.
  2. Kopi Gayo — berasal dari Dataran Tinggi Gayo di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Dikenal memiliki aroma intens, keasaman rendah, serta karakter rasa lembut dengan sentuhan floral dan rempah.
  3. Kopi Kintamani — tumbuh di kawasan Gunung Batur, Bali, dengan cita rasa citrus dan buah yang segar serta keasaman seimbang, menjadikannya primadona di pasar ekspor.
  4. Kopi Luwak — dikenal sebagai salah satu kopi termahal di dunia berkat proses fermentasi alami melalui sistem pencernaan luwak, dengan rasa yang halus dan minim pahit.
  5. Kopi Mandailing — dari Sumatera Utara, dikenal dengan body tebal, rasa earthy, serta aroma rempah dan cokelat yang kuat, banyak diminati pasar Eropa dan Amerika.

Dengan kekayaan rasa dan sejarah panjang, kopi Indonesia tidak hanya menjadi komoditas ekspor, tetapi juga identitas budaya yang diakui dunia. Di sisi lain, pengembangan Hunian Manggarai dan perluasan konsep TOD diharapkan menjawab kebutuhan hunian layak di kawasan perkotaan. Kedua sektor ini menjadi bukti bahwa Indonesia terus membangun, dari rumah rakyat hingga produk unggulan yang mendunia.

[SOCIAL_TWEET]: KAI perkenalkan Hunian Manggarai 24 lantai: 3.784 unit & 150 ritel. TOD bakal merambah Kampung Bandan, Bandung, Surabaya, Semarang. Kopi Toraja–Gayo juga makin mendunia. #Warkini[SOCIAL_TG]: 🏢 KAI resmikan 3.784 unit Hunian Manggarai + 150 ritel; TOD menyusul ke Kampung Bandan, Bandung, Surabaya, Semarang. ☕ Kopi Toraja, Gayo, Kintamani, Luwak, Mandailing kian mendunia. Baca selengkapnya di Warkini.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User