Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa seluruh pembangunan infrastruktur di Bener Meriah dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat. Penegasan ini ia sampaikan saat meninjau langsung proyek perbaikan jalan dan jembatan yang terdampak bencana di wilayah tersebut.
Dalam kunjungannya, mantan Kapolri itu menyaksikan kondisi terkini sejumlah infrastruktur vital yang tengah diperbaiki. Ia menekankan bahwa aspek keamanan menjadi pertimbangan utama sebelum proyek-proyek tersebut dinyatakan selesai dan dapat digunakan oleh publik. "Kami tidak ingin ada yang membahayakan warga. Setiap jembatan dan jalan harus benar-benar aman," ujarnya di hadapan tim teknis dan warga setempat.
Apresiasi terhadap Inisiatif Warga
Pada kesempatan yang sama, Tito turut menyampaikan penghargaan atas kuatnya semangat gotong royong masyarakat Bener Meriah. Warga setempat sebelumnya secara swadaya membangun Jembatan Enang-Enang, yang menjadi akses penting bagi mobilitas harian di kawasan itu. Pembangunan jembatan berbasis partisipasi warga tersebut menunjukkan kepedulian dan ketangguhan komunitas dalam menghadapi situasi pascabencana.
"Upaya swadaya masyarakat sangat kami hargai. Ini menunjukkan rasa memiliki dan semangat luar biasa untuk segera pulih," imbuhnya. Meski demikian, Tito mengingatkan bahwa aspek teknis keselamatan tidak dapat diabaikan, terutama dalam kaitannya dengan beban lalu lintas harian dan kendaraan berat.
Penilaian Teknis dan Langkah Perkuatan
Hasil pembahasan antara tim Satgas PRR dan tenaga ahli di lapangan menunjukkan bahwa kondisi Jembatan Enang-Enang saat ini belum memenuhi standar keamanan yang memadai, khususnya untuk menahan beban kendaraan berat. Analisis struktur menyebutkan bahwa jembatan tersebut perlu diperkuat agar mampu melayani semua jenis kendaraan tanpa risiko kegagalan konstruksi di kemudian hari.
Menindaklanjuti temuan tersebut, pemerintah melalui Satgas PRR akan segera mengambil langkah perkuatan struktur jembatan. Langkah ini mencakup penguatan fondasi, perbaikan bentang, dan penyesuaian terhadap standar keselamatan jalan provinsi. Dengan perkuatan itu, diharapkan Jembatan Enang-Enang dapat kembali difungsikan secara penuh dan aman, sehingga mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pemulihan ekonomi lokal berjalan lancar.
Komitmen pemerintah untuk mempercepat rehabilitasi infrastruktur sekaligus menjamin keselamatan pengguna menjadi fokus utama Satgas PRR di seluruh wilayah terdampak bencana Sumatera. Informasi ini diperoleh langsung dari laporan yang dikonfirmasi oleh Warkini.com.
Comments (0)