Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih (KMP) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pemerataan akses pendidikan di wilayah timur Indonesia. Ketua Umum Seruni KMP, Tri Tito Karnavian, memimpin langsung inisiatif penguatan fasilitas pendidikan di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai upaya menjawab keterbatasan infrastruktur yang selama ini menjadi kendala utama di daerah tersebut.
Program ini menyasar dua institusi pendidikan yang menjadi prioritas, yakni SD Inpres Sublele dan SMP Negeri 13 Fatuleu. Kedua sekolah ini dinilai membutuhkan sentuhan perbaikan yang mendesak, mengingat kondisi sarana belajar yang kurang memadai dalam menopang kegiatan belajar mengajar yang optimal. Tri Tito Karnavian menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan hanya bisa tercapai apabila didukung oleh ketersediaan fasilitas belajar yang layak dan nyaman bagi para peserta didik.
Berkoordinasi secara erat dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Seruni KMP berhasil merealisasikan bantuan yang meliputi perbaikan ruang kelas, pengadaan perabot sekolah, hingga pemenuhan fasilitas sanitasi dan air bersih. Keberadaan air bersih menjadi sorotan tajam karena banyak sekolah pelosok di NTT masih bergulat dengan masalah kronis ini, yang turut mempengaruhi tingkat kehadiran dan kesehatan siswa.
"Alhamdulillah puji Tuhan, kita Seruni KMP hari ini bisa membantu kebutuhan fasilitas umum untuk anak-anak kita yaitu SD Inpres Sublele dan SMP Negeri 13 Fatuleu yang telah mendapatkan bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah," ujar Tri Tito Karnavian dalam keterangan tertulis yang diterima pada Selasa (23/6/2026).
Tri menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mengurai kompleksitas persoalan pendidikan di wilayah dengan keterbatasan akses seperti di pedalaman Kabupaten Kupang. Dengan langkah ini, Seruni KMP berharap dapat menekan angka putus sekolah sekaligus menumbuhkan kembali gairah belajar anak-anak yang selama ini rentan terhambat oleh kondisi ekonomi dan geografis.
Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang bernaung di bawah gerakan Kabinet Merah Putih, Seruni KMP tidak hanya fokus pada sektor pendidikan. Organisasi ini juga secara konsisten menjalankan program pemberdayaan perempuan, peningkatan kesehatan masyarakat, serta pengentasan kemiskinan. Pendekatan terpadu ini dijalankan dengan melibatkan pendampingan langsung bagi guru dan orang tua murid, agar dampak yang dihasilkan benar-benar berkelanjutan dan melekat dalam keseharian warga.
Ke depan, Tri Tito Karnavian menegaskan bahwa Seruni KMP akan terus memperluas cakupan program serupa ke wilayah-wilayah lain yang masih membutuhkan perhatian, terutama di kawasan Indonesia bagian timur yang ketimpangan infrastrukturnya masih cukup lebar. Ia pun mengajak pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas lokal untuk bergotong royong menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan bermutu, demi memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal hanya karena persoalan fasilitas.
Inisiatif di Kabupaten Kupang ini menjadi bukti konkret bahwa sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga pemerintah mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masa depan generasi muda. Dengan ruang kelas yang lebih baik, akses air bersih, dan lingkungan belajar yang sehat, para siswa SD Inpres Sublele dan SMP Negeri 13 Fatuleu kini dihadapkan pada peluang baru untuk meraih cita-cita tanpa dibelenggu keterbatasan yang sebelumnya membayangi hari-hari mereka.
Laporan ini dirangkum oleh redaksi Warkini.com berdasarkan keterangan resmi yang diperoleh dari Seruni KMP. Warkini.com akan terus memantau perkembangan program-program kemasyarakatan yang berdampak langsung bagi pendidikan di pelosok negeri.
Comments (0)