KM Koxinga Tenggelam Usai Panen 5 Ton Ikan di Laut

Bitung, Sulawesi Utara — Nasib nahas menimpa KM Koxinga, kapal penangkap ikan milik Rafli Antouw, yang dilaporkan tenggelam di perairan sekitar Bitung sete

Jul 16, 2026 - 17:49
0 0
KM Koxinga Tenggelam Usai Panen 5 Ton Ikan di Laut

Bitung, Sulawesi Utara — Nasib nahas menimpa KM Koxinga, kapal penangkap ikan milik Rafli Antouw, yang dilaporkan tenggelam di perairan sekitar Bitung setelah berhasil mengumpulkan hasil tangkapan melimpah hingga lima ton ikan. Kapal yang membawa 12 anak buah kapal (ABK) termasuk nahkoda itu bertolak dari pelabuhan sejak dini hari sekitar pukul 03.00 WITA, sebelum akhirnya dihantam gelombang tinggi yang menyebabkan kapal oleng dan tak mampu bertahan.

Kronologi Kejadian di Tengah Laut

Menurut keterangan yang dihimpun di lapangan, KM Koxinga semula menjalani operasi penangkapan ikan dengan hasil yang sangat memuaskan. Dalam waktu relatif singkat, jaring yang ditebar berhasil mengumpulkan sedikitnya lima ton ikan berbagai jenis. Para ABK disebut tengah bersiap membersihkan dan menyortir hasil tangkapan untuk segera dibawa pulang ke pelabuhan.

Namun kondisi cuaca berubah drastis. Gelombang tinggi tiba-tiba menerjang lambung kapal, membuat air masuk dengan cepat ke dalam palka dan dek utama. Sejumlah ABK yang berada di bagian atas kapal berusaha menguras air menggunakan pompa seadanya, tetapi tekanan gelombang susulan memperburuk situasi. Kapten kapal segera menginstruksikan seluruh awak untuk mengenakan pelampung dan bersiap evakuasi darurat.

"Kami semua panik karena air naik begitu cepat. Beberapa dari kami langsung melompat dan berpegangan pada serpihan kayu atau jeriken kosong," ujar salah satu ABK yang selamat saat diwawancarai di posko darurat Pelabuhan Bitung.

Evakuasi Dramatis dan Penyelamatan ABK

Beruntung, komunikasi radio darurat yang dikirimkan oleh kapten kapal berhasil ditangkap oleh kapal nelayan lain yang masih berada di radius operasi yang sama. Kapal penyelamat tiba sekitar 45 menit setelah panggilan darurat pertama dilontarkan. Sebanyak 12 ABK berhasil dievakuasi dalam kondisi lemas dan sebagian mengalami luka ringan akibat terbentur benda keras saat kapal mulai miring.

Proses evakuasi berlangsung dramatis karena gelombang masih cukup tinggi. Para ABK yang sudah terapung di air harus ditarik satu per satu menggunakan tali dan pelampung lempar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material ditaksir mencapai miliaran rupiah, mencakup kapal yang kini dinyatakan karam beserta seluruh hasil tangkapan yang belum sempat dipindahkan.

Kesaksian Pemilik Kapal

Rafli Antouw, pemilik KM Koxinga, mengaku terpukul atas musibah yang menimpa kapalnya. Ia menyampaikan rasa syukur karena seluruh awak selamat, meski aset utama pencahariannya kini telah berada di dasar laut. Pihak keluarga ABK yang menunggu di pelabuhan tak kuasa menahan tangis haru begitu mengetahui anggota keluarga mereka selamat.

"Saya sudah terima kabar bahwa kapal saya hilang. Yang penting anak buah semua selamat. Kapal bisa dicari lagi, tapi nyawa tidak bisa diganti," tutur Rafli dengan suara bergetar saat ditemui di kediamannya.

Peringatan Cuaca Buruk dan Respons Otoritas

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Sulawesi Utara. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter di beberapa titik, termasuk jalur yang biasa dilalui oleh kapal-kapal nelayan tradisional dan kapal penangkap ikan skala menengah seperti KM Koxinga.

Kepala Pos SAR Bitung menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim investigasi untuk mendalami penyebab pasti tenggelamnya kapal. Dugaan sementara mengarah pada kombinasi antara kelebihan muatan akibat hasil tangkapan yang melimpah dan hantaman gelombang dari arah yang tidak terduga, yang membuat stabilitas kapal terganggu secara mendadak.

  • KM Koxinga bertolak pukul 03.00 WITA dengan 12 ABK
  • Berhasil mengumpulkan 5 ton ikan sebelum dihantam gelombang
  • Seluruh ABK selamat setelah dievakuasi kapal nelayan terdekat
  • Kerugian material ditaksir miliaran rupiah
  • Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini

Evaluasi Keselamatan Pelayaran

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap standar keselamatan pelayaran bagi kapal-kapal penangkap ikan. Pengamat kelautan setempat menekankan perlunya pemeriksaan rutin terhadap kondisi lambung kapal, sistem pompa air, serta kapasitas muatan yang disesuaikan dengan tonase kapal. Selain itu, pemantauan ketat terhadap informasi cuaca sebelum melaut dinilai wajib agar kejadian serupa tidak terulang.

Pemerintah daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan berencana memberikan bantuan kepada pemilik kapal dan para ABK yang kini kehilangan mata pencaharian. Program asuransi nelayan juga didorong agar risiko finansial akibat musibah laut dapat lebih terlindungi di masa mendatang.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi tenggelamnya KM Koxinga untuk memastikan tidak ada puing-puing yang membahayakan jalur pelayaran. Masyarakat nelayan diimbau untuk sementara tidak melaut jika kondisi cuaca belum sepenuhnya bersahabat.

[SOCIAL_TWEET]: KM Koxinga tenggelam di perairan Bitung usai panen 5 ton ikan. Seluruh 12 ABK selamat dalam evakuasi dramatis. Gelombang tinggi jadi penyebab utama. #KecelakaanLaut #Bitung #NelayanIndonesia[SOCIAL_TG]: 🌊🚢 KM Koxinga tenggelam di perairan Bitung setelah panen 5 ton ikan. 12 ABK selamat. Gelombang tinggi hantam lambung kapal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User