Korem Sebut Bib Ajudan Danrem yang Viral Terlepas Saat Jogja Marathon

Yogyakarta – Sebuah video yang memperlihatkan Komandan Resor Militer (Danrem) 072/Pamungkas, Brigadir Jenderal TNI Yuniar Dwi Hantono, menggandeng ajudannya untuk ikut berlari di lintasan Jogja Mar

Jul 06, 2026 - 14:11
0 1
Korem Sebut Bib Ajudan Danrem yang Viral Terlepas Saat Jogja Marathon

Yogyakarta – Sebuah video yang memperlihatkan Komandan Resor Militer (Danrem) 072/Pamungkas, Brigadir Jenderal TNI Yuniar Dwi Hantono, menggandeng ajudannya untuk ikut berlari di lintasan Jogja Marathon, viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, sang ajudan terlihat tak mengenakan nomor peserta atau Bib resmi, sehingga memicu perbincangan publik tentang dugaan pelanggaran aturan lomba dan etika pengawalan pejabat. Namun, pihak Korem 072/Pamungkas memberikan klarifikasi dan menyebut insiden itu telah diselesaikan secara damai.

Menanggapi kehebohan itu, Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072/Pamungkas, Mayor Inf Suwito, menjelaskan bahwa peristiwa itu murni karena kesalahpahaman. Ia memastikan tidak ada motif khusus di balik tindakan Danrem yang sempat menjadi sorotan.

"Terjadi kesalahpahaman aja, dan sudah saling memaafkan," ujar Mayor Suwito saat dihubungi media kami pada Senin (22/6/2026).

Kapenrem menambahkan bahwa ajudan yang bertugas mendampingi Danrem saat itu sebenarnya sudah terdaftar dalam kepanitiaan, namun nomor Bib-nya terlepas sesaat sebelum memasuki area lomba. Kondisi itu membuat ajudan tersebut tampak tidak mengenakan tanda pengenal, padahal ia sudah memiliki hak yang sama untuk masuk lintasan. Ketegangan yang terekam dalam video, lanjut Suwito, muncul karena Danrem berusaha mengedukasi ajudannya agar segera menyelesaikan persoalan administrasi lapangan sambil tetap memberi semangat. Setelah dikomunikasikan, panitia pun tidak mempermasalahkan karena data peserta tercatat jelas.

Klarifikasi TNI AD dan Respons Publik

Sebelumnya, TNI Angkatan Darat melalui laporan media kami juga telah buka suara mengenai insiden tersebut. Pihak TNI AD menegaskan bahwa setiap anggota yang mendampingi pejabat utama wajib mematuhi peraturan perlombaan, termasuk kewajiban mengenakan nomor Bib untuk alasan keamanan dan identifikasi. Meski demikian, TNI AD menghargai itikad baik panitia Jogja Marathon yang tetap memperbolehkan ajudan itu bergabung setelah mendapat penjelasan.

Respons warganet terbelah. Sebagian menyayangkan kelalaian kecil yang justru menutupi kemeriahan acara olahraga, sementara yang lain menilai kejadian ini sebagai bagian dari dinamika pengawalan yang manusiawi. Pihak Korem pun berharap momen tersebut tidak mengurangi esensi sportivitas Jogja Marathon yang tahun ini diikuti ribuan pelari dari berbagai daerah.

Dengan pernyataan damai dari Korem, insiden Bib terlepas ini dianggap selesai. Korem mengimbau agar publik tidak lagi memperkeruh situasi karena seluruh pihak sudah saling memahami. Jogja Marathon sendiri tetap menjadi ajang olahraga yang merekatkan semangat kebersamaan dan gaya hidup sehat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
jovan-pratama

Editor Sosial Media. Editor tren TikTok, Instagram, dan X.

Comments (0)

User