Waka MPR Sebut Piala Dunia Jadi Momen Tata Masa Depan Sepakbola RI

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) menilai gelaran Piala Dunia 2026 yang tengah berlangsung di Amerika Utara dapat menjadi katalis strategis untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan sekaligu

Jul 06, 2026 - 13:53
0 1
Waka MPR Sebut Piala Dunia Jadi Momen Tata Masa Depan Sepakbola RI

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) menilai gelaran Piala Dunia 2026 yang tengah berlangsung di Amerika Utara dapat menjadi katalis strategis untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan sekaligus menjadi cermin bagi pembangunan sepak bola nasional yang lebih baik dan berkelanjutan. Hal tersebut ia sampaikan dalam sambutan tertulis pada diskusi daring bertema “Piala Dunia dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia” yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (24/6/2026).

Melalui laporan media kami, Rerie mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak sekadar menikmati gelaran akbar empat tahunan itu sebagai hiburan, melainkan memetik pelajaran mendalam dari setiap pertandingan. “Di balik persaingan di lapangan, ada pesan tentang penguatan persatuan dari keberagaman, sesuatu yang sangat relevan bagi Indonesia sebagai bangsa majemuk,” ujar politikus Partai NasDem itu.

Daya Tular Magis Piala Dunia

“Ajang seperti Piala Dunia memiliki daya tular magis yang mampu menginspirasi generasi muda. Di balik persaingan di lapangan, ada pesan mendalam tentang penguatan persatuan dari keberagaman yang penting bagi bangsa yang majemuk seperti Indonesia.”

Rerie menjelaskan bahwa momen Piala Dunia kerap memunculkan kisah-kisah heroik yang mampu membakar semangat nasionalisme. Bagi Indonesia, yang hingga kini belum pernah tampil di putaran final Piala Dunia sejak era kolonial dengan nama Hindia Belanda, ajang ini menjadi pengingat betapa panjang jalan yang harus ditempuh. Namun, ia optimistis bahwa dengan perencanaan matang dan komitmen semua pihak, mimpi tampil di panggung global bukanlah hal mustahil.

Dalam diskusi tersebut, Rerie menyoroti sejumlah pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan. Mulai dari pembenahan kompetisi domestik yang kerap diwarnai masalah, pengembangan pembinaan usia muda yang belum merata, hingga tata kelola organisasi sepak bola yang transparan dan akuntabel. “Kita tidak bisa hanya berharap pada bakat alam. Harus ada sistem yang memungkinkan talenta muda berkembang secara berjenjang dan berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rerie mendorong pemerintah, swasta, dan federasi untuk duduk bersama merumuskan peta jalan sepak bola Indonesia. Ia mencontohkan keberhasilan sejumlah negara yang kini menjadi kuda hitam di Piala Dunia 2026, yang menurutnya merupakan buah dari perencanaan jangka panjang yang konsisten, bukan hasil instan.

Diskusi yang digelar secara hibrida ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, mantan atlet, dan komunitas suporter. Mereka sepakat bahwa pembangunan sepak bola harus dimulai dari bawah, yaitu memperbanyak kompetisi usia dini, memperbaiki fasilitas di daerah, dan mengedepankan pendidikan karakter bagi pemain muda.

Forum Diskusi Denpasar 12 berharap dari diskusi ini lahir rekomendasi konkret yang bisa diadopsi oleh pemangku kepentingan. Piala Dunia 2026 pun diyakini bisa menjadi cermin untuk melakukan evaluasi total terhadap ekosistem olahraga paling populer di Tanah Air tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rangga-pradana

Reporter Lifestyle. Reporter kuliner, travel, dan gaya hidup.

Comments (0)

User