Kebakaran TPA Jatiwaringin Hari Kedelapan, Api Sulit Dipadamkan
Tangerang, Warkini.com – Memasuki hari kedelapan, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan amukan si jago merah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA
Tangerang, Warkini.com – Memasuki hari kedelapan, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan amukan si jago merah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten. Hingga Selasa (07/07/2026), kobaran api belum menunjukkan tanda-tanda mereda secara signifikan, menyisakan kepulan asap tebal yang terus menyelimuti permukiman warga di sekitarnya.
Kronologi: Api Muncul Sejak Akhir Juni
Kronologi awal menunjukkan titik api pertama kali dilaporkan pada 30 Juni 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh akumulasi gas metana dari tumpukan sampah organik yang terpapar suhu panas ekstrem. Dalam hitungan jam, api dengan cepat merambat karena tiupan angin kencang, melalap area sekitar 2 hektare dari total 10 hektare lahan TPA.
- 30 Juni 2026 (14.00 WIB): Laporan pertama kebakaran dari petugas jaga TPA.
- 1 Juli 2026: Enam unit mobil pemadam dikerahkan. Luas kebakaran mencapai 1 hektare.
- 3 Juli 2026: Api meluas menjadi 2,5 hektare akibat hembusan angin muson timur.
- 5 Juli 2026: Status tanggap darurat ditingkatkan. Dua ekskavator dikerahkan untuk membongkar tumpukan sampah.
- 7 Juli 2026 (hari kedelapan): Total 150 personel gabungan dikerahkan. Area terbakar tersisa 2 hektare, namun titik api dalam masih aktif.
Upaya Pemadaman dan Kendala di Lapangan
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang, Mulyadi, menyatakan pihaknya telah mengerahkan 11 unit mobil pemadam, 4 unit tangki suplai air, serta 150 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan. Metode pemadaman dilakukan dengan penyemprotan air bertekanan tinggi serta pembongkaran tumpukan sampah menggunakan alat berat untuk memutus jalur pembakaran di lapisan bawah.
“Kesulitan utama adalah sumber air yang terbatas. Kami harus mengambil air dari saluran irigasi sejauh dua kilometer. Selain itu, gas metana yang terus keluar dari dalam tumpukan sampah membuat api sulit benar-benar padam,” ujar Mulyadi, Selasa (07/07).
Tim di lapangan juga menghadapi kondisi angin yang tidak menentu, sehingga asap pekat seringkali berbalik arah dan menghambat pergerakan petugas. Sejumlah personel dilaporkan mengalami sesak napas ringan akibat paparan asap mengandung gas beracun seperti karbon monoksida dan sulfur dioksida.
Dampak terhadap Warga Sekitar
Asap tebal dari TPA Jatiwaringin telah berdampak pada tiga desa di Kecamatan Cikupa dan Panongan. Ratusan warga mengeluhkan gangguan pernapasan, mata perih, dan mual. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat 87 warga memeriksakan diri ke puskesmas dalam tiga hari terakhir, dengan 12 di antaranya harus menjalani perawatan intensif.
Pemerintah desa telah membagikan 2.000 masker N95 dan mendirikan posko kesehatan darurat. Sekolah-sekolah di radius tiga kilometer dari TPA diliburkan selama dua hari ke depan.
Respon Pemerintah dan Rencana Jangka Panjang
Bupati Tangerang menyatakan akan mengevaluasi tata kelola TPA Jatiwaringin. Kejadian ini menjadi kebakaran TPA terparah dalam lima tahun terakhir. Pemerintah daerah berencana memasang sistem deteksi gas metana serta mempercepat proyek pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) yang selama ini tertunda.
“Kami tidak ingin kejadian ini terulang. TPA harus dikelola dengan standar sanitasi modern, bukan sekadar tempat buang sampah terbuka,” tegasnya dalam konferensi pers virtual.
Sementara itu, tim pemadam memproyeksikan api baru bisa dipadamkan sepenuhnya dalam tiga hingga lima hari ke depan dengan catatan tidak ada kendala cuaca dan logistik air.
Warkini.com akan terus memantau perkembangan kebakaran TPA Jatiwaringin. Nantikan laporan lanjutan dari tim reportase di lapangan.
[SOCIAL_TWEET]: Hari kedelapan, petugas masih berjibaku padamkan api di TPA Jatiwaringin Tangerang. 150 personel dikerahkan, asap tebal ganggu warga 3 desa. #KebakaranTPA #TangerangDarurat #TPAJatiwaringin[SOCIAL_TG]: 🔥 Hari ke-8, api di TPA Jatiwaringin, Kab. Tangerang masih berkobar. Asap tebal selimuti 3 desa, 87 warga periksa ke puskesmas. Petugas: “Sumber air terbatas, gas metana terus menyala.” Info lengkap di sini.
Comments (0)