warkini.
Viral

Investor Kripto Indonesia Tembus 22,4 Juta, Nilai Transaksi Bulanan Sentuh Rp 23 Triliun

Demam aset digital di Tanah Air belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa jumlah investor kripto di Indonesia kini telah menembus angka 22,4 juta, seiring den

Investor Kripto Indonesia Tembus 22,4 Juta, Nilai Transaksi Bulanan Sentuh Rp 23 Triliun
Demam aset digital di Tanah Air belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa jumlah investor kripto di Indonesia kini telah menembus angka 22,4 juta, seiring dengan stabilnya nilai transaksi bulanan yang bergerak di kisaran Rp 23 triliun. Data terbaru per Mei 2026 mengonfirmasi bahwa kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi digital ini tetap solid, bahkan di tengah dinamika pasar global. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, memaparkan bahwa nilai transaksi aset kripto pada Mei 2026 tercatat sebesar Rp 23,01 triliun. Capaian itu mencatatkan kenaikan tipis dari posisi April 2026 yang berada di level Rp 22,98 triliun. “Pada bulan Mei 2026, nilai transaksi aset kripto tercatat sebesar Rp 23,01 triliun dan nilai transaksi derivatif AKD (aset keuangan digital) tercatat sebesar Rp 5,69 triliun,” ujar Adi dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Juni 2026, Selasa (7/7/2026). Adi menambahkan bahwa pertumbuhan jumlah investor yang kini melampaui 22,4 juta individu menjadi salah satu pendorong utama aktivitas perdagangan yang tetap ramai. Lonjakan partisipasi publik ini, menurutnya, tidak terlepas dari semakin mudahnya akses terhadap platform perdagangan legal serta meningkatnya literasi digital di kalangan masyarakat. OJK mencatat, dari total investor tersebut, sebagian besar merupakan generasi muda yang aktif bertransaksi secara harian dengan nominal yang variatif, mulai dari kecil hingga menengah. Dari sisi pengawasan, OJK terus memperkuat kerangka regulasi guna memastikan ekosistem aset kripto dan aset keuangan digital berjalan sehat dan terlindungi. Peningkatan transaksi derivatif AKD yang menyentuh Rp 5,69 triliun juga menjadi sinyal bahwa instrumen turunan dari aset digital mulai dilirik sebagai alternatif diversifikasi portofolio oleh para pelaku pasar. Meski angkanya masih di bawah transaksi spot, pertumbuhan pada segmen ini dinilai konsisten sepanjang semester pertama 2026. Secara keseluruhan, perkembangan aktivitas kripto pada Mei 2026 menegaskan tren positif yang telah berlangsung sejak awal tahun. Stabilitas nilai transaksi bulanan yang terjaga di atas Rp 22 triliun hingga mendekati Rp 23 triliun, ditambah dengan basis investor yang terus berekspansi, memberikan gambaran bahwa industri aset digital di Indonesia masih berada dalam fase pertumbuhan yang prospektif. Pengamat menilai, jika sentimen global mendukung dan regulasi domestik tetap kondusif, bukan tidak mungkin angka transaksi dan jumlah investor akan kembali mencetak rekor baru pada paruh kedua 2026. Warkini.com akan terus memantau dan menyajikan perkembangan terkini dari industri kripto nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User